Meningkatkan Kesadaran PHBS Anak Usia Dini Melalui Praktik 6 Langkah Cuci Tangan di PKBM Ngudi Kapinteran

Pada hari Minggu, 6 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan Program Perilaku Hidup Sehat Melalui Cuci Tangan Yang Baik Dan Benar di RT 03 RW 10, Nitikan Timur, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan edukatif ini diselenggarakan oleh Raysan Naufan Yudhistira, mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sebagai bagian dari pelaksanaan program Praktik Kependidikan (PK) bagi anak-anak usia 7 hingga 10 tahun di PKBM Ngudi Kapinteran. Program ini secara khusus mengintegrasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai wujud kontribusi nyata terhadap pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan pada tingkat masyarakat lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukatif mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta tata cara mencuci tangan yang baik dan benar sejak dini. Proses pembelajaran interaktif ini secara langsung mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pendidikan nonformal yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan keterampilan hidup dasar anak. Selanjutnya, para peserta diajak langsung mempraktikkan 6 langkah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara cermat. Implementasi praktik ini secara nyata mendukung keberhasilan SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dengan membiasakan praktik kebersihan dan penggunaan air secara teratur. Di samping itu, kebiasaan mencuci tangan secara benar ini berkontribusi mendasar terhadap pemenuhan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sebab terbukti efektif memutus rantai penularan kuman penyakit serta menjaga imunitas anak. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif untuk menguji dan memperkuat pemahaman anak-anak.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan disambut antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui integrasi program dengan indikator SDGs, anak-anak tidak hanya berhasil memahami dan memperagakan tata cara mencuci tangan secara mandiri, tetapi juga tumbuh sebagai agen perubahan kecil yang mempromosikan budaya hidup bersih dan sehat di keluarga dan lingkungan sekitar secara berkelanjutan. (RNY-23010230099)

Tags: