Pelatihan Pengembangan Unit Bisnis sebagai Strategi Fundrising bagi Pengelola CLC

Sleman, 2 Agustus 2025, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diketuai Prof. Dr. Entoh Tohani, M.Pd. bersama anggota Dr. Hiryanto, M.Si. dan Dr. Minta Harsana, A.Par., M.Sc. menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal untuk Pengembangan Unit Bisnis sebagai Strategi Fundrising bagi pengelola Community Learning Center (CLC) di wilayah Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Penugasan Guru Besar UNY dan diikuti oleh 32 pengelola PKBM/CLC. Pelatihan bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam merancang, mengelola, dan mengembangkan unit bisnis berbasis potensi lokal sebagai strategi keberlanjutan lembaga, baik dari sisi pendanaan maupun layanan masyarakat.

Berlokasi di Kandang Kebo, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan sambutan. Sesi pertama diisi oleh Dr. Hiryanto, M.Si. yang memaparkan urgensi unit bisnis bagi PKBM/CLC. Pada materi ini beliau menyampaikan bahwa unit bisnis menjadi elemen penting bagi PKBM karena berfungsi sebagai strategi fundrising untuk menopang keberlangsungan operasional lembaga. Namun, pengelolaannya kerap menghadapi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, strategi promosi, serta rendahnya partisipasi masyarakat yang belum banyak mengenal PKBM. Keberhasilan pengembangan unit bisnis membutuhkan sinergi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha. Jenis usaha yang dapat dijalankan pun beragam, sehingga pengelola PKBM perlu memahami ilmu pemasaran, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar unit bisnis dapat berkembang lebih optimal di masa depan.

Sesi kedua disampaikan oleh Dr. Minta Harsana, A.Par., M.Sc., berisi teori dan praktik kuliner untuk usaha bisnis, meliputi pemahaman proses produksi dan pengolahan bahan. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk praktik langsung:

Kelompok 1: Cireng isi ayam

 

 

 

 

 

 

 

Kelompok 2: Pangsit goreng isi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kelompok 3: Bakso goreng kopong

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melalui pelatihan ini, diharapkan pengelola PKBM/CLC mampu mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan unit bisnis yang berkelanjutan, memperkuat strategi fundrising, dan meningkatkan kemandirian lembaga. Respon peserta terhadap kegiatan ini pun sangat positif. Pengelola PKBM/CLC sekaligus peserta kegiatan menyempaikan bahwa kegiatan ini dapat membuka wawasan baru dan memberikan pengalaman nyata cara menginisiasi maupun mengembangkan unit bisnis di lemabaganya. (int)