Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) Kalurahan Tirtonirmolo

Rabu, 29 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kader Bina Keluarga Remaja (BKR). Kegiatan ini bertempat di Aula Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Acara ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota kader BKR dari berbagai wilayah di Kalurahan Tirtonirmolo, perwakilan pengurus PKK, serta didampingi oleh Penyuluh KB dari Balai Penyuluhan KB Kapanewon Kasihan. Kegiatan ini turut difasilitasi dan dimeriahkan oleh mahasiswa magang dari Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang berperan sebagai pemateri sekaligus fasilitator jalannya kegiatan.

Kegiatan sosialisasi kader BKR ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan aplikatif bagi para kader melalui pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para kader BKR dengan pengetahuan mendalam mengenai fase pertumbuhan remaja pertengahan serta strategi komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Melalui penguatan ini, diharapkan para kader memiliki kepercayaan diri dan kompetensi yang lebih tinggi dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan keluarga binaan, serta membantu orang tua menghadapi tantangan perilaku remaja di era digital.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh fasilitator, diikuti koordinasi singkat mengenai arah program Bangga Kencana di tingkat lokal. Sebelum memasuki penyampaian materi inti, mahasiswa magang mengajak seluruh kader BKR untuk mengikuti sesi ice breaking. Kegiatan ice breaking ini bertujuan untuk mencairkan suasana, membakar semangat, meningkatkan energi positif, serta mempersiapkan fokus para peserta agar lebih siap dan antusias dalam menerima materi pembelajaran.

Acara inti dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai "Komunikasi Efektif dengan Masa Pertumbuhan Remaja Pertengahan". Inovasi fasilitasi dilakukan dengan menggunakan media visual berupa presentasi PowerPoint (PPT) dan pemutaran cuplikan video edukatif yang relevan untuk memperjelas konsep-konsep pencarian jati diri. Sesi ini dikemas secara partisipatif melalui metode diskusi interaktif dan sharing bareng, di mana para kader diposisikan sebagai rekan belajar yang setara. Para peserta diajak membedah contoh-contoh kasus nyata yang sering dijumpai di lapangan. Melalui metode diskusi kelompok ini, suasana menjadi sangat hidup, penuh antusiasme, dan interaktif karena para kader bebas mengemukakan pendapat serta menceritakan pengalaman mereka dalam mendidik remaja.

Setelah sesi materi dan tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi konseling kelompok dan perumusan solusi bersama. Sesi ini bertujuan memberikan wadah solutif bagi kader untuk membawa permasalahan riil dari lingkungan dusun mereka masing-masing guna dipecahkan bersama. Kegiatan ditutup dengan penguatan poin-poin kunci serta pengisian instrumen survei kepuasan dan evaluasi secara digital untuk mengukur ketercapaian pemahaman peserta.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, kondusif, dan penuh kehangatan. Seluruh kader BKR terlihat sangat aktif memberikan respon positif dan mengapresiasi materi yang dinilai sangat relate dengan fenomena sosial masa kini. Kegiatan ini memberikan dampak positif jangka pendek yang nyata, yakni meningkatkan pemahaman kader mengenai psikologi remaja serta menumbuhkan kesadaran para kader untuk menerapkan pola komunikasi yang lebih sabar, terencana, dan intensif di lingkungan keluarga mereka sendiri sebelum disebarluaskan kepada masyarakat luas. (mut/els)