- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Cianjur – Upaya memperkuat peran Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai motor penggerak pembangunan desa terus menjadi perhatian berbagai pemangku kepentingan. Melalui program Penguatan Kelembagaan Purna PMI sebagai Agen Pembangunan Desa, para purna pekerja migran didorong untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha produktif, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa Kabupaten Cianjur. Kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran yang cukup tinggi di Jawa Barat. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi para purna PMI setelah kembali ke tanah air. Berbekal pengalaman bekerja di luar negeri, keterampilan, jejaring, serta modal sosial yang dimiliki, purna PMI memiliki kapasitas besar untuk berkontribusi terhadap kemajuan desa apabila didukung oleh kelembagaan yang kuat.
Program penguatan kelembagaan ini diarahkan pada peningkatan kapasitas organisasi purna PMI melalui pembentukan forum atau kelompok usaha bersama, pengembangan kepemimpinan, pelatihan kewirausahaan, penguatan literasi keuangan, hingga pendampingan dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Dengan demikian, purna PMI tidak hanya memperoleh keberlanjutan ekonomi bagi keluarganya, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Selain aspek ekonomi, keberadaan kelembagaan purna PMI juga diharapkan mampu menjadi pusat informasi dan edukasi mengenai migrasi yang aman dan prosedural. Para purna PMI dapat berbagi pengalaman kepada calon pekerja migran sehingga mampu menekan praktik penempatan nonprosedural yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Cianjur. Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja migran melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai mitra pembangunan.
Berbagai kegiatan pemberdayaan yang telah dilaksanakan, seperti pelatihan kewirausahaan bagi purna PMI dan keluarga, menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia mampu menghasilkan usaha-usaha produktif yang berdaya saing. Bahkan, sejumlah kelompok usaha purna PMI di Kabupaten Cianjur telah berkembang menjadi pelaku UMKM yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa. Ke depan, penguatan kelembagaan purna PMI diharapkan dapat terintegrasi dengan program pembangunan desa, seperti pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemberdayaan UMKM, penguatan ketahanan keluarga, hingga pengembangan desa migran yang inklusif. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga para purna PMI tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama pembangunan desa. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, dan komunitas purna PMI, Kabupaten Cianjur memiliki peluang besar untuk membangun desa yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Penguatan kelembagaan purna PMI menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Copyright © 2026,