PNF FIP UNY Gelar Pelatihan Manajemen Usaha Berbasis Produk Lokal di Bejiharjo

Gunungkidul – Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis potensi lokal kembali digencarkan oleh Departemen Pendidikan Nonformal (PNF), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat skema Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK), tim dosen PNF FIP UNY menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengembangan Kewirausahaan Perempuan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui Pelatihan Manajemen Usaha Berbasis Produk Pertanian Lokal” pada Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini bertempat di Balai Dusun Banyubening 2, Bejiharjo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 30 peserta yang berasal dari delapan Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Bejiharjo mengikuti kegiatan dengan antusias. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan, khususnya anggota KWT, dalam mengelola usaha berbasis hasil pertanian lokal agar memiliki nilai tambah ekonomi. Dalam sambutannya, tim pelaksana menyampaikan bahwa potensi hasil pertanian di Bejiharjo sangat melimpah, namun belum sepenuhnya dioptimalkan menjadi produk unggulan yang bernilai jual tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan desa melalui penguatan kemampuan manajerial usaha, mulai dari perencanaan, produksi, hingga pemasaran,” ungkap salah satu perwakilan tim pengabdian. Materi pelatihan difokuskan pada penguatan manajemen usaha sederhana, pengemasan produk, serta strategi pemasaran berbasis potensi lokal. Peserta juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan usaha yang selama ini telah dijalankan di masing-masing kelompok.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif bertanya dan mengemukakan berbagai tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan akses pasar, pengemasan produk yang masih sederhana, hingga kurangnya pencatatan keuangan usaha. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat. “Selama ini kami sudah mengolah hasil pertanian, tetapi belum terpikir bagaimana mengelolanya sebagai usaha yang lebih serius. Dengan pelatihan ini, kami jadi lebih paham cara mengembangkan produk agar lebih menarik dan laku di pasaran,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Departemen PNF FIP UNY menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan desa, melalui pendekatan pendidikan nonformal yang aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan. Program DLK ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong keberlanjutan usaha kelompok wanita tani di Bejiharjo. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna menciptakan inovasi-inovasi berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.