MENUMBUHKAN SEMANGAT KEPAHLAWANAN PESERTA DIDIK SKB GUNUNGKIDUL MELALUI PEMEBELAJARAN SEJARAH ”BANDUNG LAUTAN API”

Wonosari, Gunungkidul: (3/09/2026), Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK), Nukia Lajuba, menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Sejarah dengan fokus pada peristiwa ”Bandung Lautan Api” untuk peserta didik Kelas XII (Fase F) di SKB Gunungkidul, Wonosari. Kegiatan pemeblajaran ini berlangsung dalam satu sesi pertemuan dan melibatkan 4 peserta didik. Pembelajaran tersebut sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), terutama targetyang berikatan dengan pengembangan kewarganegaraan dan apresiasi terhadap keberagaman budaya, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang kuat).

Kegiatan pembelajaran dirancang agar peserta didik dapat mendeskripsikan latar belakang dan kronologi peristiwa Bandung Lautan Api pada 23–24 Maret 1946, mengkaji peran para tokoh serta strategi bumi hangus, dan menginternalisasi nilai-nilai kepahlawanan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan pembuka yang mengacu pada lagu "Halo-Halo Bandung", diikuti dengan penayangan klip video dan dokumentasi visual peristiwa. Peserta didik kemudian bekerja dalam kelompok yang heterogen untuk mengonstruksi garis waktu dari kartu-kartu peristiwa, menganalisis faktor penyebab dan signifikansi peristiwa, serta mempresentasikan temuan mereka. Pembelajaran menerapkan model Problem-Based Learning dan Discovery Learning dengan strategi diferensiasi, memungkinkan peserta didik memilih format produk yang sesuai dengan preferensi belajar mereka, antara lain presentasi verbal, garis waktu, atau diagram konseptual. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan pendidik pamong dan staf pengelola SKB Gunungkidul sebagai fasilitator pembelajaran.

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik mengembangkan pemahaman mendalam bahwa pembakaran Kota Bandung merupakan keputusan strategis dan manifestasi pengorbanan yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan nasional. Lingkungan belajar yang bersifat interaktif mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam berdiskusi, berkolaborasi, dan mengekspresikan perspektif mereka. Pada tahap penutup pembelajaran, peserta didik diminta menuliskan refleksi singkat mengenai nilai-nilai yang patut diteladani, antara lain semangat pengorbanan, gotong royong, dan cinta tanah air. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap SDGs 4 melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan, serta terhadap SDGs 16 melalui penguatan karakter kebangsaan dan semangat menjaga perdamaian. Lebih lanjut, kegiatan ini juga berperan dalam menumbuhkan kesadaran terhadap pelestarian warisan sejarah bangsa. Ke depan, diharapkan pembelajaran sejarah yang berbasis pengalaman langsung dan pendekatan kolaboratif seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan di SKB Gunungkidul. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, peserta didik diminta untuk melakukan pencarian informasi mengenai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan di wilayah masing-masing guna didiskusikan pada pertemuan pembelajaran berikutnya.