- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Karangmojo, September 2026. Bullying pada anak tidak selalu mudah dikenali, terlebih ketika anak memilih diam dan tidak menceritakan apa yang dialaminya. Karena itu, peran orang tua menjadi penting dalam mengenali dan merespons kondisi tersebut. Hal inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta melalui kegiatan edukasi "Peran Orang Tua Menghadapi Bullying dengan Metode 3D (Dengar, Diamankan, Ditindak)” di wilayah Karangmojo. Kegiatan ini menjadi bagian dari Praktik Kependidikan dan dilaksanakan bersama kader BKR serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Rapat Koordinasi Kader. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenali pengertian, ciri, bentuk, dan dampak bullying yang dapat dialami anak. Materi juga membahas langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua ketika anak mengalami bullying melalui metode 3D, yaitu Dengar, Diamankan, dan Ditindak. Penyampaian materi dilakukan melalui diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaitkan pembahasan dengan kondisi yang mungkin ditemui di lingkungan keluarga. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa kesempatan, termasuk pertemuan kader BKR di Karangwetan, kegiatan koordinasi di Jatiayu dan Ngawis, serta penyuluhan di PIK-R Ngipak. Dari hasil pre-test dan post-test, terlihat adanya perkembangan pemahaman peserta. Peserta menjadi lebih mampu mengenali bentuk bullying, memahami dampaknya, serta memahami pentingnya mendengarkan anak, memberikan rasa aman, dan mengambil tindakan yang sesuai. Kegiatan ini turut mendukung SDGs, khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui kegiatan edukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan lingkungan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Copyright © 2026,