Pengembangan Keterampilan Produktif dan Kewirausahaan melalui Pelatihan Pengolahan Kedelai bagi Calon Transmigran DIY di BBPPMT Yogyakarta

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta – BBPPMT (Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi) Yogyakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) dibawah Kementrian Transmigrasi yang memiliki tugas untuk melaksanakan pelatihan dan memfasilitasi kapasitas masyarakat Transmigran. Salah satu kegiatan yang di laksanakan di BBPPMT Yogyakarta adalah “Pelatihan Calon Transmigran DIY”. Dalam kegiatan ini, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut berperan melaksanakan pelatihan dan pengajaran kepada para peserta.  Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026 di Ruang Kelas A dan Ruang Samba. Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang merupakan calon transmigran dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Materi yang dibawakan dalam pelatihan adalah Praktik Pengolahan Hasil dan Praktik Kewirausahaan yang berfokus pada Pengolahan Kedelai menjadi Tempe dan Pembutan Nugget. Pelatihan dibuka oleh Ibu Tri Atmi Widhiasih, S.Km., M.Kes selaku Tenaga Pelatih dan PSM Ahli Pertama memaparkan tujuan kegiatan. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teori pelatihan oleh mahasiswa yakni Yolanda Donicha Bhamadewi dengan membawakan materi berupa pengenalan tempe dan kedelai, kandungan gizi, video tutorial dan cara pembuatan, serta analisis usaha dalam pembuatan Tempe. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan Tempe secara langsung yang dibuka oleh Ibu Devi Sulistyawati Kurnia Pitayani, S.P. selaku Tenaga Pelatih dan PSM Ahli Madya untuk menjelaskan dan mengarahkan kembali tata cara dan teknis pelaksanaannya. Selanjutnya peserta dipersilahkan untuk melakukan praktik langsung dalam membuat Tempe dengan didampingi mahasiswa dan tenaga pelatih.

Pelatihan dan Prakrik Pengolahan hasil dan Kewirausahaan dengan materi pengolahan kedelai menjadi tempe memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 1 Tanpa Kemiskinan (No Poverty) melalui pengembangan keterampilan pengolahan pangan dan kewirausahaan yang dapat menjadi dasar penciptaan peluang usaha serta peningkatan kemandirian ekonomi peserta. Selanjutnya, kegiatan ini berkaitan dengan SDG 2 Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui pengenalan kandungan gizi kedelai dan tempe serta pengembangan keterampilan dalam menghasilkan produk pangan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pembelajaran teori dan praktik yang memberikan pengetahuan serta keterampilan pengolahan pangan kepada peserta. Selain itu, materi analisis usaha dan pengembangan inovasi produk relevan dengan SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) karena mendorong peserta memahami peluang kewirausahaan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah penempatan.

Kegiatan pelatihan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah kedelai menjadi tempe serta memahami dasar-dasar kewirausahaan. Melalui penyampaian materi teori, video tutorial, analisis usaha, dan praktik pembuatan tempe secara langsung, peserta memperoleh pengalaman dalam mengenal bahan baku, memahami tahapan pengolahan dan fermentasi, serta mempelajari proses pengemasan produk. Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peluang pengembangan usaha dan inovasi produk pangan yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan daerah penempatan. Kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mengembangkan keterampilan produktif, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menciptakan peluang usaha yang mendukung pemberdayaan masyarakat transmigran secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga berpotensi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha, dan pembangunan berkelanjutan di daerah penempatan.