- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Anak usia dini belajar dengan cara yang berbeda dari orang dewasa. Mereka memahami dunia melalui pengalaman langsung: melihat, mendengar, menyentuh, dan mencoba. Karena itu, pembelajaran yang bermakna bagi anak tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan sekitar yang menyediakan pengalaman nyata justru menjadi sumber belajar yang kaya. Dalam pendidikan nonformal, satuan seperti Kelompok Bermain (KB) memiliki keleluasaan untuk merancang kegiatan belajar yang lentur, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Salah satu bentuknya adalah outing class, yaitu kegiatan belajar di luar kelas yang memanfaatkan tempat dan lingkungan tertentu sebagai media pembelajaran.
Kegiatan outing class ini dirancang untuk mencapai tujuan berikut. 1. Mengenalkan jenis ikan dan kegiatan budidaya ikan kepada anak sebagai bagian dari kehidupan di lingkungan sekitar mereka. 2. Memberikan pengalaman belajar langsung melalui kegiatan mengamati kolam dan memberi pakan ikan. 3. Menumbuhkan sikap peduli, tanggung jawab, dan kasih sayang terhadap makhluk hidup. 4. Menstimulasi perkembangan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional anak dalam suasana belajar yang menyenangkan. 5. Mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan sebagai bahan refleksi dan rujukan praktik baik pembelajaran di lembaga pendidikan nonforma
Belajar melalui Pengalaman Langsung Kegiatan ini sejalan dengan prinsip belajar anak usia dini, yaitu belajar melalui bermain dan pengalaman nyata. Ketika memberi pakan, anak tidak hanya mendengar bahwa ikan perlu makan. Mereka mengalami sendiri prosesnya: mengambil pakan, menebarkannya, dan melihat respons ikan. Pengalaman yang melibatkan banyak indra seperti ini membuat pengetahuan lebih mudah diingat karena melekat pada peristiwa yang konkret dan menyenangkan. Pendekatan kontekstual demikian menjadi kekuatan pembelajaran nonformal yang memanfaatkan sumber belajar di lingkungan masyarakat. Stimulasi Berbagai Aspek Perkembangan Anak, Rangkaian kegiatan menstimulasi beberapa aspek perkembangan sekaligus. Pada aspek motorik, kegiatan mewarnai melatih motorik halus, sedangkan menebar pakan melatih koordinasi gerak tangan dan keseimbangan tubuh di area terbuka. Pada aspek kognitif, anak mengenal jenis ikan, mengamati kolam, dan memahami hubungan sederhana antara pemberian pakan dan kehidupan ikan. Pada aspek bahasa, anak memperoleh kosakata baru seperti kolam, pakan, benih, dan budidaya, serta berlatih bertanya dan menceritakan apa yang mereka lihat. Pada aspek sosial-emosional, anak belajar bergiliran, mengikuti arahan, dan merasakan kegembiraan bersama teman. Penanaman Sikap Peduli terhadap Makhluk Hidup, Memberi pakan pada ikan merupakan kegiatan sederhana yang mengandung pesan moral. Anak belajar bahwa makhluk hidup bergantung pada perawatan dan kepedulian manusia. Pengenalan ini menjadi landasan awal bagi tumbuhnya tanggung jawab dan kasih sayang terhadap hewan serta lingkungan. Pengenalan budidaya ikan sejak dini juga membuka wawasan anak bahwa makanan yang mereka konsumsi berasal dari kerja banyak orang, sehingga mereka lebih menghargai proses dan hasilnya.
Peserta didik tampak antusias pada setiap tahapan, mulai dari mewarnai, menyimak penjelasan, hingga memberi pakan di kolam. Seluruh peserta didik KB memperoleh kesempatan yang sama untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemberian pakan. Beberapa hasil yang dapat dicatat adalah sebagai berikut. Anak memperoleh pengalaman pertama atau tambahan mengenai kolam ikan dan kegiatan budidaya di lingkungan sekitar mereka, Anak mengenal berbagai jenis ikan melalui kegiatan mewarnai dan pengamatan langsung, Anak berlatih mengikuti arahan, bergiliran, dan bekerja sama dengan teman serta pendidik, Pendidik memperoleh gambaran praktik pembelajaran luar kelas yang dapat diterapkan kembali dengan tema lain. Kegiatan outing class KB Tunas Harapan di Balai Benih Berbah, Kabupaten Sleman, pada Jumat, 18 September 2026, menunjukkan bahwa pengenalan budidaya ikan dapat dikemas dalam bentuk yang sesuai untuk anak usia dini.
Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan anak tentang ikan, tetapi juga menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional, serta menanamkan sikap peduli terhadap makhluk hidup. Bagi pendidikan nonformal, kegiatan ini menegaskan pentingnya memanfaatkan lingkungan dan kemitraan dengan masyarakat sebagai sumber belajar. Dengan perencanaan yang matang, pengawasan yang baik, dan tindak lanjut yang berkesinambungan, outing class dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian anak sejak dini.
Copyright © 2026,