- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Suasana ceria mewarnai kegiatan Praktik Kependidikan (PK) yang digelar pada 18 September 2026 di Balai Benih Ikan di Berbah. Bukan di ruang kelas berdinding papan tulis, kali ini anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diajak belajar langsung di tepi kolam, berkenalan dengan dunia ikan yang selama ini mungkin hanya mereka lihat di buku cerita. Kegiatan yang didampingi mahasiswa ini menghadirkan cara belajar yang segar, memadukan keceriaan anak usia dini dengan pengenalan lingkungan perairan secara nyata. Sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini menjawab dua tujuan sekaligus, yakni Tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan ke-14 tentang Ekosistem Lautan, dengan menanamkan kecintaan pada lingkungan perairan sejak usia paling dini. Kegiatan dibuka dengan sesi mewarnai gambar ikan, tempat imajinasi anak-anak bebas berkelana lewat krayon dan warna-warni sirip ikan rekaan mereka sendiri. Setelah gambargambar penuh warna itu selesai, giliran petualangan sesungguhnya dimulai, anak-anak diajak berkeliling Balai Benih Ikan untuk melihat langsung ikan-ikan yang selama ini hanya mereka kenal lewat gambar. Mata mereka berbinar begitu kolam demi kolam dilewati, dan suasana kian meriah saat tiba giliran memberi makan ikan. Tawa dan seruan riang terdengar di sanasini ketika pakan ditaburkan dan puluhan ikan berebut menyambut, momen sederhana yang ternyata mampu membuat wajah-wajah kecil itu sumringah luar biasa. Sebagai penutup, anakanak diajak memindahkan ikan dari satu ember ke ember lain, sebuah tugas yang terlihat mudah namun menuntut ketelitian dan kelembutan tangan mungil mereka.
Di balik keceriaan itu, tersimpan pelajaran yang jauh lebih dalam. Mengamati ikan dari dekat menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap makhluk hidup, sementara kegiatan memberi makan dan memindahkan ikan diam-diam melatih koordinasi motorik serta menanamkan sikap hati-hati dan tanggung jawab. Aktivitas mewarnai pun bukan sekadar mengisi waktu, melainkan sarana melatih ketekunan dan kepekaan warna anak sejak dini. Bagi Balai Benih Ikan, kunjungan riang ini turut membuka wawasan generasi kecil tentang pentingnya budi daya ikan, sementara bagi mahasiswa pelaksana, kegiatan ini menjadi ruang belajar berharga dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak usia dini. Kegiatan PK berbasis SDGs ini menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan tidak harus rumit atau membosankan bagi anak-anak. Cukup dengan sentuhan warna, langkah kaki kecil mengelilingi kolam, dan segenggam pakan ikan, benih kepedulian terhadap alam pun mulai ditanamkan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi kerja sama lebih luas antara lembaga pendidikan dan instansi seperti Balai Benih Ikan, demi masa depan anak-anak yang lebih dekat dengan alam sekaligus mendukung pendidikan berkualitas dan pelestarian lingkungan perairan.
Copyright © 2026,