- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Jumat, 28 Agustus 2026. Praktik memasak dilaksanakan di ruang tata boga UPT SKB Kulon Progo dengan menu macaroni schotel dan milo sago. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas 2 dari Permata Islam dan didampingi oleh dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di UPT SKB Kulon Progo, yaitu Amanda Citra Ayu Ningtyas dan Sinarully Mawar Genius. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan SDGs, khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), karena memberikan pengalaman belajar langsung yang bermakna melalui kerja sama berbagai pihak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keterampilan dasar memasak kepada peserta didik melalui praktik langsung. Sejak awal, para peserta didik tampak sangat bersemangat menyiapkan bahan, mengolah adonan, hingga memasak hidangan. Mereka juga saling membantu dan bekerja sama sehingga kedua menu dapat selesai dengan baik. Selama praktik berlangsung, mahasiswa PK berperan mendampingi kegiatan sehingga suasana belajar tetap menyenangkan dan berjalan lancar dari awal hingga akhir. Hasil masakan tidak hanya dinikmati sendiri. Sebagian dibawa pulang oleh peserta didik, sedangkan sebagian lainnya diberikan kepada pamong belajar UPT SKB Kulon Progo dan mahasiswa PK. Kebiasaan berbagi ini menumbuhkan rasa peduli dan kebersamaan sejak dini. Melalui praktik ini, peserta didik juga belajar menyiapkan makanan sendiri, sebuah keterampilan hidup yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kaitannya dengan SDGs, kegiatan ini memberi kontribusi nyata di tiga bidang. Pada Tujuan 4, praktik langsung di ruang tata boga menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan membekali peserta didik dengan keterampilan hidup. Pada Tujuan 2, anak- anak belajar mengolah makanan sendiri sehingga terbiasa menyiapkan makanan yang layak dikonsumsi.
Pada Tujuan 17, kegiatan ini terwujud berkat kerja sama antara UPT SKB Kulon Progo, Permata Islam, pamong belajar, dan mahasiswa PK Pendidikan Nonformal UNY yang sama-sama terlibat dalam proses pembelajaran. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu pendidikan nonformal melalui pendampingan langsung kepada peserta didik. Ditinjau dari sisi kekuatan, kegiatan ini didukung oleh ketersediaan ruang tata boga di UPT SKB Kulon Progo yang memungkinkan peserta didik belajar langsung. Menu yang dipilih pun sederhana sehingga mudah diikuti oleh anak kelas 2, dan semangat serta kekompakan peserta menjadi modal penting bagi keberhasilan praktik. Kehadiran mahasiswa PK sebagai pendamping juga membantu kelancaran kegiatan. Di sisi lain, kegiatan yang melibatkan anakanak menuntut pendampingan yang memadai, pengaturan waktu yang cermat, serta perhatian pada keselamatan saat menggunakan peralatan dapur seperti kompor dan pisau. Ke depan, terbuka peluang besar untuk melaksanakan praktik serupa secara berkala dengan menu yang lebih beragam dan bergizi. Praktik memasak juga dapat dikembangkan menjadi pengenalan kewirausahaan sederhana serta memperluas kemitraan dengan lembaga pendidikan lain. Meski demikian, ada sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, misalnya keterbatasan anggaran bahan dan peralatan, serta pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan, termasuk memperhatikan kemungkinan alergi makanan pada peserta didik. Kegiatan praktik memasak ini diharapkan terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik, sekaligus menjadi contoh sinergi yang baik antara UPT SKB Kulon Progo, Permata Islam, pamong belajar, dan mahasiswa PK Pendidikan Nonformal UNY dalam mendukung pencapaian SDGs.
Copyright © 2026,