KUNJUNGAN EDUKASI “BERSAMA MENJAGA SEMESTA DI BALAI BENIH IKAN” DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI AKSARA INTERNASIONAL SATUAN KARYA BELAJAR (SKB) KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2026

Pada Jumat, 18 September 2026 pukul 08.00–10.30 WIB, KB Tunas Harapan, SKB Kabupaten Sleman, menyelenggarakan kegiatan Kunjungan Edukasi di Balai Benih Ikan, Tanjungtirto, Berbah, Sleman, sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Aksara Internasional Tahun 2026 dengan tema “Literasi untuk Semesta dan Sesama”. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 68 peserta, terdiri atas 48 anak didik PAUD usia 3-6 tahun, 1 orang tua pendamping, 8 guru pendamping lembaga, 8 Mahasiswa Praktik Kependidikan dan 3 pengelola Balai Benih Ikan. Sebagai bentuk literasi lingkungan berbasis pengalaman bagi anak usia dini, kegiatan ini utamanya mendukung (SDGs 4–Pendidikan Berkualitas) melalui pengalaman pembelajaran yang bermakna dan literasi lingkungan serta secara pendukung berkaitan dengan (SDGs 6–Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengenalan pentingnya air bersih dan kebersihan lingkungan

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang ekosistem air dan pentingnya pelestarian ikan, menguatkan literasi lingkungan melalui pengalaman langsung, serta mendorong keterlibatan dan kebersamaan antara anak, pengelola, dan orang tua dalam menjaga lingkungan. Pelaksanaannya diawali dengan tur edukasi mengenal proses pemeliharaan benih ikan, dilanjutkan dengan aktivitas pengamatan langsung dan tanya jawab sederhana mengenai siklus hidup ikan, kegiatan menggambar atau membuat karya sederhana bertema ikan dan lingkungan, diskusi ringan antara anak-anak, orang tua, dan pengelola Balai Benih Ikan tentang pentingnya air bersih, serta ditutup dengan aksi pengumpulan sampah di sekitar lokasi kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara KB Tunas Harapan/SKB Kabupaten Sleman, pengelola Balai Benih Ikan, serta orang tua peserta didik.

Melalui kegiatan, ini anak-anak dapat melihat secara langsung proses pemeliharaan ikan serta memahami pentingnya air bersih sehingga kepedulian anak terhadap lingkungan dapat terus tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari. Praktik gotong royong membersihkan lingkungan menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak sejak dini. Kegiatan ini menghasilkan karya menggambar anak-anak bertema ikan dan lingkungan yang dipajang di PAUD, aksi nyata pengumpulan sampah, serta cerita singkat anak-anak mengenai pengalaman belajar bersama. Selain mendukung SDG 4 dan SDG 6, aksi pengumpulan sampah turut mencerminkan semangat (SDGs 12–Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) sementara kolaborasi antarpihak yang terjalin mencerminkan semangat (SDGs 17–Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) Sebagai tindak lanjut, PAUD akan mengadakan kelas literasi keluarga untuk mendampingi anak belajar tentang lingkungan di rumah dan menyelenggarakan sesi berkala “Cerita Alam” bagi anak-anak dan keluarga. Diharapkan kegiatan literasi lingkungan seperti ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan guna menumbuhkan kepedulian generasi usia dini terhadap semesta dan sesama.