Mahasiswa Praktik Kependidikan PNF UNY Laksanakan Rangkaian Kegiatan Kreatif dan Peduli Lingkungan di PKBM Karya Manunggal

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan rangkaian kegiatan pendidikan nonformal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Karya Manunggal Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam merancang serta melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi “Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Tanam untuk Penghijauan Lingkungan” dan “Pelatihan Kerajinan Ecoprint pada Media Totebag” dengan sasaran warga belajar PKBM Karya Manunggal. Kedua kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bersifat praktik sekaligus mendorong kreativitas, kerja sama, keterampilan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengembangan potensi kewirausahaan warga belajar. Melalui kegiatan pemanfaatan barang bekas dan bahan alami, warga belajar diajak untuk memanfaatkan benda-benda yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai kreativitas.

Kegiatan pertama yaitu Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Tanam untuk Penghijauan Lingkungan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 16.00–17.30 WIB dan tahap kedua pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 12.00–14.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 siswa Paket A dan Paket B. Dalam pelaksanaannya, siswa Paket A dan Paket B digabung kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok dilakukan agar siswa dapat bekerja sama, saling membantu, dan belajar berinteraksi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan diawali dengan penjelasan materi oleh Danifa Hasana selaku penanggung jawab kegiatan. Danifa memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan botol atau galon bekas sebagai media tanam serta pentingnya menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa barang bekas yang masih dapat digunakan tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda yang memiliki nilai guna. Setelah penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan, mulai dari proses membersihkan dan mewarnai botol hingga menyiapkan media tanam dan melakukan penanaman. Setelah mendapatkan penjelasan, peserta mulai melakukan praktik secara berkelompok. Pada tahap pertama, setiap kelompok melakukan proses pemanfaatan botol atau galon bekas dengan membersihkan dan mewarnainya sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Mahasiswa memberikan pendampingan kepada setiap kelompok selama proses berlangsung. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan media tanam yang menarik, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa dalam mengembangkan kreativitas, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Pada tahap kedua yang dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan penyelesaian proses pewarnaan botol bekas dan dilanjutkan dengan penanaman bibit bunga serta tanaman lainnya. Setiap kelompok bekerja sama dalam menyiapkan media tanam, memasukkan tanah dan kompos ke dalam wadah yang telah dibuat, kemudian menanam bibit yang telah disediakan. Mahasiswa turut memberikan arahan dan mendampingi peserta selama proses penanaman.

Dengan adanya kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pemanfaatan barang bekas sekaligus praktik sederhana dalam melakukan penghijauan lingkungan. Kegiatan pemanfaatan botol bekas tersebut melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan, yaitu Danifa Hasana selaku penanggung jawab kegiatan, Regan Akmal Gahyaka, Siti Fatimah, Salsabila Aulia Azzahra, Rhisma Nur Handayani, Ummu Kultsum Luthfiyyah, Naiya Rakhma Aprilliani, dan Roosa Julia. Seluruh mahasiswa berperan dalam persiapan, penyampaian materi, pendampingan peserta, pelaksanaan praktik, serta dokumentasi kegiatan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Kerajinan Ecoprint pada Media Totebag yang dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026 pukul 13.00–15.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 warga belajar yang terdiri atas siswa Paket A, Paket B, dan Paket C. Pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat kerajinan sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan pelatihan ecoprint diawali dengan penyampaian materi mengenai pengenalan ecoprint secara teoritis oleh Roosa Julia selaku pemateri. Materi yang diberikan meliputi pengertian ecoprint, bahan dan alat yang digunakan, serta tahapan pembuatan ecoprint pada media totebag. Peserta diperkenalkan dengan berbagai bahan yang digunakan, seperti totebag, daun dan bunga, palu kayu, serta larutan tawas yang digunakan dalam proses penguncian warna. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi praktik dengan menata daun dan bunga di atas permukaan totebag sesuai dengan pola yang diinginkan. Bahan alami yang digunakan antara lain daun jati, daun pepaya, dan berbagai jenis bunga. Selanjutnya, peserta menggunakan teknik pounding, yaitu memukul daun dan bunga yang telah diletakkan di atas totebag menggunakan palu kayu secara perlahan dan merata.

Teknik tersebut dilakukan untuk memindahkan pigmen alami dari tumbuhan ke permukaan kain sehingga menghasilkan motif yang khas. Setelah proses pounding selesai, peserta mengikuti tahap penguncian warna dengan merendam totebag ke dalam larutan tawas sesuai dengan arahan mahasiswa pendamping. Selama proses praktik berlangsung, Regan Akmal Gahyaka, Rhisma Nur Handayani, Danifa Hasana, dan Ummu Kultsum Luthfiyyah berperan sebagai fasilitator yang mendampingi peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Sementara itu, Naiya Rakhma Aprilliani dan Siti Fatimah bertugas mendokumentasikan rangkaian kegiatan mulai dari penyampaian materi hingga hasil karya peserta. Kedua kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan pembelajaran melalui pendidikan nonformal yang memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman secara langsung. Kegiatan yang bersifat praktik juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan pemanfaatan botol bekas mendukung SDGs Nomor 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan kembali barang bekas menjadi media tanam yang memiliki nilai guna. Sementara itu, pelatihan ecoprint juga memiliki keterkaitan dengan SDGs Nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) karena keterampilan yang diperoleh peserta berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan dapat mendukung kegiatan kewirausahaan.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme dari para warga belajar. Peserta terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan, mulai dari proses mendaur ulang dan mewarnai botol bekas, menyiapkan media tanam dan menanam bibit, hingga membuat motif ecoprint pada totebag. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam merancang dan melaksanakan program pendidikan nonformal yang memadukan unsur pembelajaran, kreativitas, keterampilan, kerja sama, kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi warga belajar PKBM Karya Manunggal, tetapi juga dapat mendorong mereka untuk menerapkan keterampilan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam dapat menjadi salah satu upaya sederhana dalam menjaga lingkungan, sedangkan keterampilan ecoprint dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan kreatif maupun peluang usaha di masa mendatang.