Kemandirian Pangan dari Dapur SKB: Mahasiswa PNF FIP UNY Bekali Peserta Didik Paket B Keterampilan Olahan Nugget Sehat Berbasis SDGs di SKB Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA — Upaya menghadirkan pembelajaran vokasional yang aplikatif dan berdampak nyata terus diwujudkan oleh mahasiswa Pendidikan Nonformal (PNF) FIP UNY yang tengah menjalani Praktik Kependidikan (PK) di SKB Kota Yogyakarta, Aghnia Izzati Salma, menginisiasi pelatihan keterampilan tata boga bertajuk "Pembuatan Nugget Ayam Sayur Homemade Bergizi dan Ekonomis" bagi peserta didik Paket B (setara kelas VIII).

Pelatihan ini digelar di ruang boga SKB Kota Unit 2 (SKB Batikan) yang berlokasi di Jalan Kalimanunggal No. 677B, Umbulharjo, Yogyakarta. Kegiatan dirancang secara interaktif dengan melibatkan 14 peserta didik yang terbagi ke dalam 4 kelompok kerja. Praktik langsung difokuskan pada pengolahan daging ayam segar yang dipadukan dengan sayuran kaya serat seperti wortel, seledri, dan daun bawang tanpa bahan pengawet sintetis. Di bawah fasilitasi mahasiswa, peserta diajak membagi peran secara terstruktur—mulai dari tahap persiapan bahan (mise en place), penggilingan, pengukusan, hingga teknik pelapisan (coating) tepung roti.

Program ini dirancang bukan sekadar untuk mengajarkan kecakapan memasak, melainkan sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) di ranah pendidikan nonformal. Sedikitnya terdapat tiga pilar SDGs yang disasar secara terpadu:

  1. SDG 2 (Zero Hunger): Mengedukasi pola pangan seimbang melalui trik hidden veggies agar konsumsi sayur lebih mudah diterima remaja dalam olahan padat gizi.
  2. SDG 4 (Quality Education): Menerapkan experiential learning untuk mengasah kerja sama tim, tanggung jawab, dan kecakapan hidup (life skills) fungsional.
  3. SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): Memantik literasi kewirausahaan mandiri lewat analisis efisiensi bahan dan potensi rintisan usaha pangan beku (frozen food) rumahan.

Sepanjang kegiatan, antusiasme peserta terlihat tinggi karena proses pembuatan ternyata sederhana dengan hasil rasa yang tak kalah dari produk pasaran. Sesi ditutup dengan uji rasa dan refleksi singkat, di mana peserta mulai menyadari bahwa membuat stok olahan sehat sendiri jauh lebih hemat dan bergizi dibanding terus bergantung pada produk pabrikan. Bagi mahasiswa PNF, inisiatif pelatihan di SKB Kota Yogyakarta ini menjadi ruang nyata untuk mengasah kompetensi fasilitasi dan memberdayakan warga belajar melalui keterampilan fungsional. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal kemandirian pangan keluarga sekaligus pemantik jiwa wirausaha bagi para peserta didik di masa depan.