- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Kegiatan penelitian lapangan telah dilaksanakan di BUMDesa Maju Mandiri, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul oleh Tim Peneliti Departemen Pendidikan Nonformal (PNF) Universitas Negeri Yogyakarta. Tim peneliti tersebut diketuai oleh Dr. Fitta Ummaya Santi, S.Pd., M.Pd., dengan anggota dosen Prof. Dr. Sujarwo, M.Pd., dan Dr. Tristanti, M.Pd., serta melibatkan lima orang mahasiswa. Penelitian berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan BUMDesa melalui pendekatan kewirausahaan sosial yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
Badan Usaha Milik Desa diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kendati demikian, efektivitas keberlangsungannya sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia di tingkat pengelola. Oleh karena itu, studi ini dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis penerapan kewirausahaan sosial sekaligus memetakan kebutuhan pelatihan yang aplikatif dan kontekstual bagi pengelola BUMDesa. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion yang melibatkan 10 informan kunci, terdiri dari unsur pengawas, direktur, manajer unit usaha, hingga staf operasional. Analisis data dijalankan secara interaktif yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDesa Maju Mandiri Bejiharjo telah mengimplementasikan prinsip kewirausahaan sosial dengan menyeimbangkan pencarian keuntungan ekonomi dan dampak sosial bagi masyarakat. Penerapan tersebut diwujudkan melalui penyediaan layanan keuangan mikro simpan pinjam untuk modal usaha warga, pengelolaan kawasan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat, pengembangan unit Bejiharjo Farm dan fasilitasi pemasaran produk UMKM desa, hingga pelaksanaan program sosial seperti pengelolaan sampah, beasiswa pendidikan, dan bantuan sosial. Meskipun telah memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa, penelitian mengidentifikasi beberapa kendala operasional yang dihadapi BUMDesa. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan modal ekspansi, belum meratanya kapasitas SDM pengelola, kendala administrasi eksternal, kurangnya inovasi, serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital.
Guna mengatasi berbagai tantangan tersebut, tim peneliti merumuskan pemetaan kebutuhan pelatihan terstruktur. Kebutuhan pelatihan yang teridentifikasi mencakup penguatan manajemen bisnis dan pengembangan usaha, peningkatan keterampilan keuangan dan administrasi, penguasaan pemasaran digital dan teknologi, tata kelola pariwisata serta pelayanan, hingga teknik pertanian, peternakan, dan pengolahan sampah organik. Pelaksanaan pelatihan di masa mendatang diharapkan menggunakan metode kombinasi materi audio-visual, praktik langsung di lapangan, serta pendampingan secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam merancang model pelatihan yang tepat sasaran demi mendukung pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Copyright © 2026,