Perkuat Komunitas dengan Kompetensi Modal Sosial melalui Experiental Learning

Yogyakarta, 5 Agustus 2026—Tim peneliti Departemen Pendidikan Nonformal, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Peningkatan Kompetensi Modal Sosial Agen Pengembang Masyarakat di Yogyakarta melalui Model Experiential Learning" di Gedung Moh. Amien, Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan 25 komunitas sosial dan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

FGD ini merupakan kegiatan pengabdian yang menjadi bagian dari diseminasi hasil penelitian yang di ketua i oleh Erma Kusumawardani, M.Pd dengan tim peneliti yaitu Prof. Dr. Sugito, M.A dan Prof. Dr. Entoh Tohani, M.Pd. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendiskusikan temuan awal hasil analisis penelitian sekaligus memperdalam berdasarkan diskusi dengan komunitas guna memperkuat rekomendasi pengembangan model penguatan komunitas. FGD diawali dengan pemaparan dari Prof. Dr. Entoh Tohani, M.Pd., yang menjelaskan modal sosial sebagai penguat komunitas. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya jaringan kepercayaan, norma, dan kerja sama antaranggota komunitas sebagai fondasi utama dalam membangun ketahanan dan keberlanjutan komunitas di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Selanjutnya diskusi dilanjutkan oleh Prof. Dr. Sugito, M.A., yang merefleksikan pendekatan dalam memperkuat komunitas dalam menghadapi tantangan saat ini. Beliau memaparkan bagaimana pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi aktif serta kemampuan reflektif anggota komunitas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong proses belajar yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan komunitas. Sebagai penutup penyampaian hasil penelitian dan menarik benang merah dari diskusi yang sudah berlangsung oleh Erma Kusumawardani, M.Pd. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai praktik, tantangan, serta kebutuhan komunitas masing-masing. Masukan yang disampaikan peserta menjadi bagian penting dalam proses validasi dan penyempurnaan hasil analisis penelitian.

Salah satu peserta, Bapak Fitroh dari Komunitas Sanggar Anak Tumbuh, menyampaikan apresiasinya, "Terima kasih kepada UNY yang telah memfasilitasi diskusi antarpenggerak komunitas, khususnya di DIY. Melalui forum ini, UNY berperan sebagai penggerak sekaligus menjadi rujukan pengetahuan dalam upaya mengembangkan dan memberdayakan masyarakat." Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara akademisi dan komunitas dalam mengembangkan model penguatan komunitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil diskusi dan berbagai masukan dari peserta akan menjadi bahan penyempurnaan luaran penelitian sekaligus rekomendasi bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan nonformal di Daerah Istimewa Yogyakarta.