- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Sleman, 23 Mei 2026 - 5 (lima) mahasiswi Pendidikan Nonformal, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta telah selesai melaksanakan rangkaian kegiatan Praktik Konsentrasi Program Layanan Sosial di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY periode 6 Maret hingga 23 Mei 2026. Selama masa praktik, mahasiswi secara aktif terlibat dalam pelayanan serta kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh BPRSR Dinsos DIY.
Sebagai wujud kontribusi kelompok, mahasiswi magang telah menyelenggarakan program kerja berupa Kegiatan Outbound. Program ini didesain secara khusus sebagai media rekreatif (refreshing) sekaligus edukatif bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Tujuan utama terlaksananya program ini adalah untuk menurunkan tingkat kejenuhan (stress) serta meningkatkan motivasi bagi PPKS selama menjalani masa rehabilitasi. Selain itu, pihak BPRSR Dinsos DIY memberikan kepercayaan penuh kepada setiap mahasiswi magang untuk merancang dan melaksanakan program individu. Program ini diberikan secara spesifik kepada beberapa PPKS yang disesuaikan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan masing-masing individu. Pendekatan ini dilakukan guna memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan mampu mencapai pada pengembangan potensi personal PPKS.
Dalam rangka mendukung dan mengoptimalkan program PETINGQAH yang dicanangkan oleh BPRSR Dinsos DIY, khususnya dalam aspek penanaman nilai spiritual dan keagamaan, mahasiswi magang secara konsisten melakukan pendampingan hafalan dan bimbingan keagamaan bagi PPKS. Pendampingan tersebut meliputi bimbingan dan hafalan bacaan niat wudhu, niat sholat wajib, bacaan dan tata cara sholat wajib, bimbingan dan hafalan surat-surat pendek (Juz Amma), serta pendampingan belajar membaca Iqro hingga Al Quran. Selama kurang lebih 2,5 bulan, mahasiswi magang memperoleh pengalaman berharga dalam melakukan asesmen, merancang intervensi, hingga melakukan evaluasi program layanan sosial secara riil. Selain itu, juga belajar memandang sebuah permasalahan sosial dari sudut pandang yang lebih luas dan humanis. Pengalaman ini membuka mata bahwa perilaku menyimpang remaja sering kali merupakan hilir dari hulu masalah yang rapuh, seperti disfungsi keluarga (broken home), salah pergaulan akibat kurangnya kasih sayang, atau pelampiasan ego yang tidak terarah.
Copyright © 2026,