KEGIATAN SEKOLAH LANSIA PADUKUHAN KARANGREJEK, WONOSARI, GUNUNGKIDUL BERSAMA MAHASISWA MAGANG UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Pada hari Sabtu, 18 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sekolah Lansia yang bertempat di Telaga Jonge, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 60pesertalansia dari Padukuhan Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul, serta dihadiri oleh BapakDukuh, Ketua Pengurus Lansia, dan pengurus lansia lainnya. Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh mahasiswa Magang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)Jurusan Pendidikan Nonformal, yang berperan dalam memfasilitasi jalannya kegiatan.

KegiatanSekolah Lansia ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menciptakan pembelajaranyangmenyenangkan bagi lansia melalui aktivitas rekreatif, edukatif, dan partisipatif. Kegiatanini bertujuan untuk meningkatkan kebahagiaan lansia, mempererat hubungan sosial antar peserta, menumbuhkan semangat untuk tetap aktif di usia lanjut, serta memberikan stimulasi sederhanayang bermanfaat bagi kesehatan fisik, emosional, dan daya ingat peserta lansia. Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatanmenggunakan kereta mini (odong-odong) yang membawa para lansia menuju Telaga Jonge. Perjalanan ini menambah suasana gembira karena para peserta tampak antusias dan menikmati kebersamaan selama perjalanan. Setibanya di Telaga Jonge, kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaiansingkat mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebelum memasuki acara inti, mahasiswa magang mengajak seluruh peserta mengikuti ice breaking sebagai bentuk pemanasandanpembangkit semangat.

Kegiatan ini bertujuan membangun semangat, mencairkan suasana, meningkatkan energi positif, serta mempersiapkan peserta agar lebih antusias mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya. Acara inti dilanjutkan dengan permainan Games Rantai Kata Berbisik yang wajib diikuti seluruhpeserta lansia. Peserta dibagi menjadi tiga tim setiap tim mendapatkan 5 soal rangkaiankatayang berbeda. Dalam permainan ini, pesan disampaikan secara berbisik dari peserta pertamahingga peserta terakhir dalam satu barisan. Untuk tim yang cepat dan benar akan mendapatkanpoin tiertinggi, sedangkan tim yang mendapatkan poin terendah akan dihukumberjoget bersamasatu tim. Selain menciptakan suasana seru, penuh tawa, dan kebersamaan, permainan ini jugadapat melatih daya ingat, konsentrasi, fokus, dan kemampuan menerima serta menyampaikaninformasi, yang penting sebagai stimulasi sederhana untuk membantu menjaga fungsi kognitiflansia, mengingat pada dasarnya lansia dapat mengalami penurunan daya ingat atau kepikunan. Setelah permainan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan relaksasi bersama, di mana seluruhpeserta berbaris berjajar dan melakukan kegiatan memijat teman yang berada di depannya secarabergantian.

Kegiatan ini bertujuan memberikan rasa nyaman, mengurangi ketegangan, sertamempererat keakraban dan kebersamaan antar peserta. Sebagai rangkaian penutup, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Setiappesertamembawa bekal lauk dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama dan salingberbagi dengan peserta lainnya, sementara pihak pengurus telah menyediakan nasi dan air minumuntukseluruh peserta. Momen makan bersama ini menjadi suasana hangat yang memperkuat rasakekeluargaan, kebersamaan, dan saling berbagi antar peserta lansia. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, meriah, dan penuh kebahagiaan. Seluruh peserta lansia terlihat aktif, antusias, dan menikmati seluruh rangkaian kegiatanmulai dari perjalanan dengan odong-odong, ice breaking, permainan, relaksasi, hingga makan bersama. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan semangat, kebahagiaan, interaksi sosial, serta stimulasi daya ingat para lansia.