Pengembangan Model Pelatihan Gamifikasi pada Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Bejiharjo, Gunungkidul

Departemen Pendidikan Nonformal, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan awal implementasi research group (RG) dengan tema "Pengembangan Model Pelatihan Gamifikasi pada Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk Pertanian Berkelanjutan". Kegiatan ini dilangsungkan di Balai Dusun Banyubening II, Desa Bejiharjo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 17 Juli 2025

Research Group ini diketuai oleh Dr. Adin Ariyanti Dewi, M.Pd., dengan anggota Dr. Iis Prasetyo, MM dan Mareta Puspita, M.Pd. Turut terlibat pula mahasiswa dari jenjang S1 dan S2 Pendidikan Nonformal sebagai bagian dari penguatan kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat berbasis akademik.

Kegiatan ini menyasar 5 Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Bejiharjo sebagai mitra utama. Pada tahap awal ini, tim RG melaksanakan proses identifikasi kebutuhan dan potensi melalui observasi langsung dan wawancara partisipatif dengan anggota KWT. Tujuannya adalah untuk menggali data awal yang akan menjadi dasar perancangan model pelatihan berbasis gamifikasi yang relevan, aplikatif, dan kontekstual terhadap praktik pertanian berkelanjutan yang sedang dan akan mereka jalankan.

Menurut ketua RG, Dr. Adin Ariyanti Dewi, pendekatan gamifikasi dipilih sebagai inovasi dalam pembelajaran nonformal karena dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, serta menumbuhkan pengalaman belajar yang menyenangkan di kalangan perempuan tani. “Kami ingin menghadirkan pelatihan yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan adaptif dengan perkembangan teknologi pembelajaran dewasa ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari skema pengembangan multi-tahun, di mana pada tahun pertama difokuskan pada pengumpulan informasi, pemetaan kebutuhan, dan penyusunan desain awal model pelatihan. Uji coba model direncanakan akan dilakukan pada tahun kedua, dengan evaluasi dan penyempurnaan berbasis hasil implementasi lapangan.

Dengan pelibatan langsung kelompok masyarakat dan pendekatan riset terapan, diharapkan kegiatan RG ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas KWT serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan di kawasan pedesaan.