Dosen PNF FIP UNY Bekali Remaja Panti Asuhan Muhammadiyah Wonosobo Keterampilan Sosial di Era Digital

Wonosobo, 1 Juli 2025 – Tim Dosen Pendidikan Nonformal (PNF) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) baru saja menyelenggarakan pelatihan penting bagi remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Wonosobo. Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dosen PNF ini fokus pada peningkatan keterampilan sosial di era digital, merespons dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan.

Pelatihan ini melibatkan empat dosen ahli: Prof. Dr. Serafin Wisni Septiarti, M.Si., Dr. Hiryanto, M.Si., Dr. Lutfi Wibawa, M.Pd., RB. Suharta, M.Pd., dan Mareta Puspita, M.Pd.

Acara dibuka dengan pemutaran film pendek berjudul "Candu," yang mengisahkan seorang remaja pecandu gawai dan dampaknya terhadap aspek sosialnya. Film ini menyoroti bagaimana sang remaja akhirnya tersadar dan berusaha mengubah kebiasaan berlebihannya dengan lebih banyak berinteraksi secara langsung. Para peserta diajak untuk memberikan tanggapan dan refleksi mendalam terhadap film tersebut, dilanjutkan dengan penguatan materi tentang bahaya penggunaan gawai yang tidak bijak.

Menariknya, para narasumber juga memberikan perspektif lain: memanfaatkan gawai sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan sosialisasi dan mempromosikan lembaga panti asuhan, sehingga bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Narasumber kedua kemudian memaparkan keterampilan krusial yang wajib dimiliki generasi Z di era digital ini, merujuk pada temuan World Economic Forum. Keterampilan tersebut meliputi:

  1. Keterampilan Komunikasi: Kemampuan menyampaikan dan menerima pesan secara efektif.
  2. Berpikir Kritis: Menganalisis informasi secara objektif dan membuat keputusan berdasarkan penalaran yang kuat.
  3. Kreativitas: Menghasilkan ide-ide baru dan inovatif.
  4. Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam tim.
  5. Pemecahan Masalah: Mengidentifikasi dan menyelesaikan tantangan.

Selain itu, keterampilan teknologi juga ditekankan, mencakup pengembangan aplikasi, desain grafis, analisis data, dan keterampilan teknologi dasar lainnya. Tidak ketinggalan, literasi keuangan seperti pengelolaan uang, investasi, dan manajemen keuangan pribadi juga menjadi sorotan. Terakhir, keterampilan interpersonal seperti empati, kerja sama, dan kepemimpinan dianggap tidak kalah penting untuk kesuksesan di masa depan.

Di akhir sesi, Dr. Hiryanto memberikan pesan penutup yang kuat, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi adalah kunci utama bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

Tags: