Sekolah Lansia Mugi Waras Dorong Pencapaian SDGs melalui Pelatihan Meronce bagi Peserta Lanjut Usia

Sleman – Upaya memperkuat penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat komunitas kembali digelorakan oleh Sekolah Lansia Mugi Waras Moyudan. Melalui rangkaian kegiatan pembelajaran bagi 17 kader lansia, sekolah lansia ini menekankan pentingnya kontribusi warga lanjut usia dalam mendukung pencapaian SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas). Kegiatan yang diselenggarakan oleh tim mahasiswa PNF UNY beranggotakan dari Livia, Tessa, Andine, Ega, dan Aulia yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) ini mengangkat tema “Kreativitas Lansia Menuju Dampak Pembangunan Berkelanjutan.”
Menurut penjelasan Livia selaku Ketua Pelaksana, program ini dirancang sebagai wadah edukasi bagi kader lansia agar memahami dan ikut berperan dalam pencapaian SDGs. Aktivitas meronce dipilih sebagai contoh implementasi sederhana yang mendukung beberapa indikator SDGs: memperkuat kesehatan fisik melalui penggunaan motorik halus, menstimulasi fokus dan relaksasi emosional, serta membuka ruang akses pembelajaran yang merata. Dengan pendekatan kreatif, mahasiswa pendidikan non formal dan pengurus sekolah lansia ingin menunjukkan bahwa SDGs tidak hanya menjadi agenda global, tetapi juga bisa diterjemahkan dalam praktik komunitas yang ramah lansia.
Ketua Pelaksana menjelaskan tentang tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan pemahaman bahwa lansia bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi juga bagian dari penggeraknya. Melalui peningkatan kreativitas dan kapasitas kader, Sekolah Lansia Mugi Waras berusaha memastikan bahwa SDGs dapat diadaptasi dan diteruskan oleh kelompok lansia dalam bentuk kegiatan sederhana, konsisten, dan mudah direplikasi di lingkungannya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah Lansia Mugi Waras yang menekankan pentingnya peran kader dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif. Sambutan kemudian disampaikan oleh Ibu Hj. Djumanah mewakili pengurus. Setelah pembukaan, fasilitator mahasiswa Pendidikan Nonformal UNY memandu sesi penguatan SDGs melalui pendekatan kreatif. Para fasilitator memberikan pemahaman tentang bagaimana aktivitas harian seperti meronce dapat dikembangkan menjadi program pembinaan yang berkontribusi pada tujuan kesehatan, pendidikan, serta keterlibatan sosial lansia.
Menurut tim fasilitator, sesi penguatan SDGs ini dapat memberikan gambaran nyata kepada kader mengenai peran strategis mereka. Sehingga mereka tidak hanya mampu membuat karya kreatif berupa gelang atau gantungan kunci, tetapi juga memahami bagaimana kegiatan tersebut dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan lansia di komunitas. Selanjutnya diharapkan kader dapat menyadari bahwa setiap aktivitas produktif yang mereka lakukan atau ajarkan pada kelompok lansia lain dapat menjadi bentuk kontribusi langsung terhadap pembangunan berkelanjutan di lingkungan mereka.
Dari hasil evaluasi, Ibu Hj. Djumanah sebagai pemimpin sekolah lansia menyampaikan bahwa pemahaman mengenai SDGs menjadi nilai tambah penting dalam kegiatan ini. Mereka merasa lebih percaya diri untuk menyusun kegiatan yang selaras dengan tujuan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan lansia.Ke depan, Sekolah Lansia Mugi Waras bersama mahasiswa UNY akan mengembangkan sesi lanjutan yang lebih fokus pada penerapan SDGs di tingkat komunitas, termasuk perencanaan kegiatan kreatif, pembelajaran mandiri, dan pendampingan kelompok lansia di setiap dusun. (and)