Program “Empon-Empon”: Wujudkan Lansia Mandiri dan Sehat, Konribusi Nyata dalam Mencapai SDGs3 (Kesehatan Baik dan Kesejahteraan) dan SDGs4 (Pendidikan Berkualitas)

Kegiatan edukasi dan praktik menanam tanaman empon-empon telah berhasil dilaksanakan di Sekolah Lansia Kalimas Ayu. Acara ini diadakan oleh tim mahasiswa pendidikan nonformal FIP UNY yang beranggotakan Annisa, Adinda, Desak, Hanifah, dan Nabila dengan target utama para peserta di Sekolah Lansia Kalimas Ayu. Program yang berlangsung selama dua hari ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan lansia dalam membudidayakan tanaman herbal demi kesehatan dan perlindungan lingkungan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Program ini menurut hanifah, berinisiasi dengan penanaman tanaman obat tradisional yang gampang untuk dibudidayakan seperti jahe, kunyit, kencur, dan temulawak. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengamatan lingkungan, pengenalan berbagai jenis tanaman, hingga praktik penanaman langsung di area sekolah. Pendekatan praktis ini dimaksudkan agar para peserta lansia memperoleh pengalaman belajar yang bisa langsung diterapkan dalam budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di rumah mereka, tambahnya.
Ibu Marsinem, salah satu peserta dari Sekolah Lansia Kalimas Ayu, mengungkapkan kesenangannya. “Acara ini sangat bermanfaat, kami jadi lebih memahami cara menanam jahe dan kunyit dengan tepat. Selain itu, kami juga diingatkan kembali akan pentingnya menjaga kesehatan dengan menggunakan bahan alami yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Lebih lanjut hanifah menyampaikan bahwa program ini dengan jelas mendukung tiga pilar utama SDGs. Pertama, SDG 3 (Kesehatan yang Baik), melalui pendidikan tentang pemanfaatan empon-empon untuk perawatan kesehatan lansia yang bersifat alami dan berkelanjutan. Kedua, SDG 4 (Pendidikan yang Berkualitas), dengan memberikan peluang untuk belajar sepanjang hayat dan keterampilan baru. Ketiga, SDG 15 (Ekosistem Daratan), dengan mendorong praktik pelestarian keanekaragaman hayati lewat budidaya tanaman obat lokal.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan sukses, ditandai oleh antusiasme yang tinggi serta semangat kolaborasi di antara peserta. Ketua Tim Edukasi Pemberdayaan Annisa Salma, berharap program ini dapat menjadi model pembelajaran yang berkelanjutan, tidak hanya terhenti pada praktik menanam, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat bagi lansia. Kami melihat komitmen yang kukuh dari peserta untuk tetap aktif dan mandiri dalam menjaga kesehatan mereka. Diharapkan bahwa inisiatif ini dapat terus berlanjut sebagai aktivitas rutin di Sekolah Lansia Kalimas Ayu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (Annisa, Adinda, Desak, Hanifah, dan Nabila)