- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
You are here
Implementasi Education for Sustainable Development pada Sekolah Lansia Al-Afiyah dalam Mendukung SDG 3 dan SDG 4

Yogyakarta, 25 Oktober 2025 — Telah dilaksanakan program penerapan Education for Sustainable Development (ESD) di Sekolah Lansia Al-Afiyah, Potorono, Banguntapan, Bantul pada 14 Oktober 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim mahasiswa Program Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Yogyakarta bekerja sama dengan pihak sekolah lansia sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Good Health and Well-Being) dan SDG 4 (Quality Education). Adapun tim mahasiswa beranggotakan Tasya, Rafika, Dhea, Yesita, dan Zunita.
Sekolah Lansia Al-Afiyah, yang berdiri sejak 2024 dengan dukungan BKKBN, menjadi ruang pemberdayaan bagi lansia untuk tetap aktif dan produktif. Ketua Lembaga Sekolah Lansia Al-Afiyah menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan mahasiswa sangat relevan karena “menghubungkan aspek edukasi dan kesehatan dalam satu rangkaian aktivitas yang mampu meningkatkan kualitas hidup peserta.” Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran nonformal memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap berkembang sesuai kemampuan mereka.
Untuk mendukung SDG 3, mahasiswa menyelenggarakan kegiatan berupa senam lansia, penyuluhan kesehatan, serta praktik pembuatan aromaterapi sederhana. Tasya selaku Ketua Tim menjelaskan bahwa kegiatan ini dipilih karena mudah diterapkan di rumah dan dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik maupun emosional. “Kami ingin memberikan pengalaman yang mudah dipahami dan dilakukan agar peserta mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.,” jelasnya.
Penerapan SDG 4 terlihat melalui pelaksanaan sharing session bertema “Berbagi Pengalaman Hidup”. Tasya menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan prinsip ESD yang menempatkan lansia sebagai subjek pembelajaran. “Para lansia memiliki pengalaman hidup yang sangat berharga. Ketika mereka saling berbagi cerita, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan inklusif,” tambahnya.
Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Rafika selaku salah satu anggota tim, mengungkapkan bahwa peserta terlihat sangat antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan, mulai dari senam, diskusi, hingga praktik membuat aromaterapi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuat para lansia merasa dihargai dan diperhatikan. Dukungan penuh dari pihak lembaga turut membantu kelancaran kegiatan dari awal hingga akhir.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran sepanjang hayat memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan edukasi, aktivitas fisik, dan pemberdayaan sosial, lansia tetap memiliki ruang untuk berpartisipasi aktif serta berkontribusi di lingkungan sekitar.
Kontak Kami
Copyright © 2026,