Pelatihan Inovasi Pengembangan dan Pemasaran Produk BUMDes 2025: Wujud Sinergi PNF FIP UNY dan Kemenkeu RI

Yogyakarta, 28 Oktober 2025 — Departemen Pendidikan Nonformal (PNF) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Inovasi Pengembangan dan Pemasaran Produk BUMDes pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Moh. Amien, FIP UNY dan menjadi bagian dari program Pendampingan BUMDes Tahun 2025.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Umum (RKSIU) FIP UNY, Dr. Cepi Safruddin Abdul Jabar, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas pengelola BUMDes sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal dan inovasi. Ia juga menekankan peran sinergis antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Sebelum sesi pelatihan dimulai, Akhmad Rofiq, M.Pd. selaku koordinator kegiatan menyampaikan laporan pelaksanaan. Dalam laporannya, beliau menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan pendampingan BUMDes tahun 2025, yang diikuti oleh sekitar 30 BUMDes dari empat kabupaten, yaitu Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kapasitas pengelola BUMDes dalam menghadapi tantangan ekonomi desa yang semakin kompleks.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ibu Tristi Sintawati, Direktur BUMDes Binangun Jati Unggul, yang membagikan pengalaman sukses dalam mengembangkan inovasi produk dan jejaring usaha BUMDes; serta Bapak Alfian Abdul Ghaffar, S.T., M.M. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY, yang memberikan materi mengenai strategi pemasaran produk desa dan pemanfaatan digital marketing dalam memperluas akses pasar.

Acara berlangsung interaktif dan menarik. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, baik dalam sesi diskusi maupun praktik penyusunan strategi pengembangan produk. Banyak pengelola BUMDes menyampaikan ide-ide kreatif dan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di desa masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola BUMDes dapat meningkatkan kemampuan inovasi dan pemasaran produk desa secara berkelanjutan, sehingga BUMDes mampu menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.