- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Selasa, 13 Mei 2026 di Padukuhan Tritis, Kalurahan Planjan, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, mahasiswa Praktik Kerja Departemen (PKD) Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program pemberdayaan lansia bertajuk GEMA SENJA (Gerak, Main, dan Seni Manja) Program ini merupakan bagian dari kegiatan PKD yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Kapanewon Saptosari.
Program GEMA SENJA ditujukan kepada anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) Manunggal Asih sebagai upaya memperkuat dimensi intelektual dan profesional vokasional dalam konsep Lansia Tangguh. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil identifikasi kebutuhan yang menunjukkan bahwa pembinaan lansia yang selama ini dilaksanakan masih didominasi oleh metode ceramah dan penyampaian materi. Meskipun memberikan pengetahuan yang bermanfaat, kegiatan pembinaan belum banyak melibatkan aktivitas praktik maupun keterampilan yang memungkinkan lansia berpartisipasi secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang lebih partisipatif dan aplikatif untuk menstimulasi kemampuan berpikir, kreativitas, keterampilan, serta produktivitas lansia melalui pengalaman belajar secara langsung.
Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Yogyakarta, dengan dukungan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Saptosari, kader BKL Manunggal Asih, serta para lansia peserta kegiatan. Program dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong lansia agar tetap aktif, kreatif, dan produktif sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Pelaksanaan GEMA SENJA terdiri atas tiga rangkaian kegiatan utama. Kegiatan pertama adalah Gerak, yaitu senam tangan ringan yang bertujuan meningkatkan kebugaran dan kesiapan fisik peserta. Selanjutnya, kegiatan Main dilakukan melalui aktivitas menggambar pengalaman berkesan pada masa muda dan menceritakannya kembali kepada peserta lain. Kegiatan ini menjadi sarana stimulasi daya ingat, kreativitas, serta kemampuan komunikasi lansia. Sebagai penutup, peserta mengikuti kegiatan Seni Manja, yaitu praktik membuat gelang dari manik-manik yang bertujuan melatih keterampilan motorik halus, ketelitian, dan kreativitas.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari senam, menggambar, berbagi cerita pengalaman hidup, hingga menghasilkan karya berupa gelang manik-manik. Melalui sesi berbagi pengalaman, para lansia memperoleh kesempatan untuk mengenang masa lalu sekaligus mempererat hubungan sosial dengan sesama anggota kelompok.
Berdasarkan hasil evaluasi melalui refleksi peserta, program GEMA SENJA mendapatkan respons positif dari para lansia. Peserta mengaku senang karena kegiatan yang diberikan berbeda dari pembinaan yang biasanya berupa penyuluhan atau ceramah. Selain memperoleh pengalaman baru, peserta juga merasa lebih percaya diri, produktif, dan termotivasi untuk terus mengikuti kegiatan pembinaan lansia di masa mendatang.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan kompetensi pemberdayaan keluarga yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung terwujudnya Lansia Tangguh yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat. Program GEMA SENJA diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pembinaan lansia yang inovatif dan berkelanjutan di lingkungan BKL Manunggal Asih maupun kelompok lansia lainnya. (yul/deo)
Copyright © 2026,