- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
Bahasa Indonesia
English

Gunungkidul, 16 Mei 2026. Bullying di kalangan remaja masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Tidak dapat dihiraukan, bullying bisa berdampak serius. Dari permasalahan ini, mahasiswa magang dari Universitas Negeri Yogyakarta, Nisaul Rohmah dan Nurul Alifah Khairunnisa berinisiatif mengangkat sebuah program kecil yang diharapkan dapat bermanfaat dan berdampak besar. Mereka menyelenggarakan program penyuluhan “Stop Bullying” di Padukuhan Bulu, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.
Kegiatan ini jadi program unggulan selama pelaksanaan magang di Balai KB Karangmojo. Sasaran penyuluhan adalah kader Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan Bina Keluarga Remaja (BKR). Mereka dibimbing langsung oleh Bapak Ir. Sulistyana selaku Koordinator Balai. Selain itu, juga dibersamai oleh Mba Dien Faradina, Mba Defi Indah, dan Bapak Sigit Tri Widodo selaku staf Balai KB Karangmojo yang memberikan support penuh.
Program kali ini memiliki sisi yag berbeda, tidak hanya ceramah tetapi memberikan pengetahuan dengan bermain dan saling memahami. Untuk itu, Nisa dan Nurul menjalin kolaborasi dengan 1 Millions Youths Stop Bullying. Dari kolaborasi ini mereka mendapatkan dukungan properti berupa materi, film edukatif, dan boardgame “Buddy Pekerti”. Melalui program ini remaja diajak belajar sambil bermain. Mereka bisa mengetahui tentang jenis-jenis bullying, dampaknya bagi korban dan pelaku, pencegahan, dan peran orangtua melawan bullying. Dengan metode yang menarik, disambut dengan penuh antusias oleh kader BKR dan PIK-R di Padukuhan Bulu, Desa Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.
Pak Sulis sendiri ikut bangga dan antusias. Beliau menyampaikan pendekatan ini menyegarkan “Program ini bagus buat edukasi keluarga di zaman sekarang. Dengan support kolaborasi dari eksternal dapat membawa energi baru,” ujarnya.
Guna mengetahui keberhasilan program ini, mereka melakukan pre-test dan post-test. Hasilnya, kesadaran orangtua dan remaja meningkat secara signifikan. Harapannya, kader yang sudah diberikan edukasi dapat menjadi agen perubahan di desanya. Jadi, campaign ini tidak haya berhenti sampai disini. (nsl/nrl)
Copyright © 2026,