Peningkatan Produktivitas Pertanian KWT Ngudi Makmur oleh Mahasiswa UNY Dukung SDG 2 dan SDG 13 di Bayuraden, Gamping

Bayuraden, Gamping, Sleman – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Departemen Pendidikan Nonformal melaksanakan proyek berbasis SDGs bertema “Peningkatan Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian melalui Pemasangan Mulsa” di Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 13: Aksi terhadap Perubahan Iklim.
Proyek ini dilatarbelakangi oleh tantangan pertanian lokal, seperti kondisi tanah yang cepat kering, pertumbuhan gulma yang tinggi, serta pengaruh perubahan iklim yang menyebabkan penurunan produktivitas lahan KWT. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNY berupaya memperkenalkan inovasi sederhana berupa pemasangan mulsa plastik untuk membantu menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman.
Sebanyak lima mahasiswa terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan, meliputi observasi lapangan, pengadaan bahan, pemasangan mulsa, hingga evaluasi pertumbuhan tanaman.
Pemasangan mulsa dilakukan bersama anggota KWT Ngudi Makmur yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga pengelola lahan pertanian. Kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan bercocok tanam secara lebih
efisien dan ramah lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada satu musim tanam, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh anggota KWT sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim dan upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga,” ujar Herlinda Sovianingsih, pemimpin proyek.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya memberikan inovasi teknis, tetapi juga melakukan edukasi mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan. Evaluasi awal menunjukkan bahwa penggunaan mulsa mampu menjaga kelembapan tanah lebih lama, mengurangi gulma, serta meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga anggota KWT. Kegiatan ini juga membuka peluang keberlanjutan berupa pelatihan lanjutan seperti pembuatan kompos, pengolahan limbah plastik mulsa, dan teknik pertanian organik lainnya.
Dokumentasi kegiatan ini akan disusun sebagai bagian dari laporan akhir Project-Based SDGs mahasiswa dan dipublikasikan sebagai contoh praktik baik implementasi SDG 2 dan SDG 13 di tingkat komunitas.
Video kegiatan: https://youtu.be/h6MW-e2ag04?si=fjoR6JdpcDgbkT9i