- plsfip@uny.ac.id atau plsfipuny@gmail.com
- http://pls.fip.uny.ac.id
- @jurplsfipuny
- facebook.com/plsfip.uny
You are here
Baksos Pelayanan KB Massal Peringati HUT ke-75 IBI, Layani Puluhan Akseptor Secara Gratis

Selasa, 19 Mei 2026 bertempat di PMB Indah Rahayu Kalurahan Getas, Playen, Gunungkidul Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gunungkidul menggelar aksi nyata berupa Bakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana gratis untuk masyarakat. Langkah ini diambil sebagai bentuk kontribusi langsung organisasi profesi tersebut dalam memperingati Hari Ulang Tahun IBI yang ke-75 tingkat Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh mahasiswa Magang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jurusan Pendidikan Nonformal, yang berperan dalam memfasilitasi jalannya kegiatan. Pelaksanaan bakti sosial ini dipusatkan di salah satu fasilitas kesehatan setempat dan berhasil menarik antusiasme yang cukup tinggi dari warga. Tercatat sebanyak lebih dari 40 akseptor dari berbagai wilayah kapanewon datang memadati lokasi untuk mendapatkan pelayanan medis secara cuma-cuma. Fokus utama dari perayaan hari jadi kali ini diarahkan pada penguatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang yang dinilai efektif dalam menekan angka pertumbuhan penduduk serta mendukung ketahanan kesehatan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, layanan kontrasepsi yang diberikan secara spesifik menyasar pada dua jenis alat kontrasepsi berkualitas, yakni IUD dan Implant. Panitia menyediakan akomodasi pelayanan medis yang komprehensif guna memenuhi kebutuhan para ibu yang bervariasi. Pelayanan yang diberikan meliputi tindakan pemasangan baru bagi akseptor pemula, tindakan pelepasan atau bongkar bagi warga yang telah habis masa pakai kontrasepsinya, serta layanan terintegrasi berupa bongkar pasang di mana proses pencabutan alat lama dan pemasangan alat baru dilakukan dalam satu rangkaian prosedur yang sama. Pilihan metode ini sengaja diketengahkan karena memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi dan proteksi yang lama, sehingga masyarakat tidak perlu berulang kali kembali ke fasilitas kesehatan dalam jangka waktu dekat.
Sebelum memasuki ruang tindakan medis, seluruh calon akseptor diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan wawancara mendalam mengenai riwayat kesehatan guna memastikan tidak ada kontraindikasi fisik terhadap alat kontrasepsi yang dipilih.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, terdapat beberapa keterbatasan internal yang menjadi catatan evaluasi. Faktor utama yang menjadi kelemahan dalam program ini adalah keterbatasan waktu pelaksanaan yang hanya terpusat pada satu hari penanganan, sehingga jumlah masyarakat yang bisa dijangkau secara lebih luas. Konsentrasi tinggi sangat dibutuhkan oleh petugas agar akurasi pencatatan data pasien tidak terabaikan di tengah keriuhan suasana.
Di sisi lain, terdapat peluang besar yang mendukung keberlanjutan program sejenis di masa depan. Momentum perayaan HUT IBI ke-75 secara otomatis menaikkan tingkat kepercayaan publik terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Sinergi kebijakan antara organisasi profesi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga berjalan sangat selaras. Dukungan logistik alokasi alat kontrasepsi dari dinas terkait mengalir lancar karena program ini dinilai linier dengan target pembangunan daerah.
Secara keseluruhan, bakti sosial pelayanan KB dalam rangka memperingati HUT IBI ke-75 di Kabupaten Gunungkidul ini telah berjalan dengan aman, tertib, dan sukses mencapai target sasaran. Angka capaian lebih dari 40 akseptor yang terlayani menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga sudah semakin membaik. (cit/okt)
Kontak Kami
Copyright © 2026,